Most Recent

Kronologis Penangkapan Kader PDIP Tersangka Kasus Suap Impor Bawang Putih
Redlinews.online - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menjelaskan kronologis operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu hingga Kamis (8/8/9) dini hari. Dari aksi tersebut ditetapkan I Nyoman Dharmantra Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan sebagai tersangka, bersama lima orang lainnya.

Secara total saat penangkapan awal terkait suap izin impor bawang putih 2019, menjadi sebanyak 13 orang.

Agus mengatakan, awal penangkapan ketika tim KPK mendapatkan informasi akan terjadi transaksi suap terkait dengan Pengurusan Kuota dan Izin Impor Bawang Putih Tahun 2019.

Setelah tim KPK memastikan telah terjadi transaksi tersebut, tim mengamankan ELV, swasta, Mirawati Basri (MBS) orang kepercayaan I Nyoman, MAT, MAY, dan WSN di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, pada Rabu (7/8/2019), sekitar pukul 21.00 WIB.

"Dari MBS, tim KPK mengamankan uang sebesar 50 ribu dolar Singapura," terang Agus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019) malam.

Selanjutnya, secara paralel, tim mengamankan DDW pihak swasta, CSU alias Afung, swasta dan LSK di hotel bilangan Jakarta Barat, pada Rabu (7/8/2019) sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah diamankan, tim menemukan bukti transfer senilai Rp 2,1 miliar dari inisial DDW.

"Itu, dari rekeningnya ke rekening seorang kasir di Money Changer Indocev. Selanjutnya, tim lain mengamankan ZFK pihak swasta pukul 23.30 WIB di kediamannya di Cosmo Park, Jakarta Pusat," ungkap Agus

Pada Kamis (8/8/2019) dini hari, tim bergerak sekitar pukul 02.41 WIB dan mengamankan inisial SYQ di kediamannya di Jagakarsa. Selanjutnya, tim membawa SYQ untuk mengantar ke rumah inisial NNO yang juga berlokasi di Jagakarsa. Tim pun langsung mengamankan NNO pada pukul 03.10 WIB, di kediamannya yang juga berlokasi di Jagakarsa.

Tim kembali bergerak, sekitar pukul 13.30 WIB. Tim mengamankan I Nyoman yang baru tiba di Bandara Soekarno Hatta.

"Itu I Nyoman setelah menempuh perjalanan dari Bali," kata Agus

Terakhir, pada pukul 19.00 WIB, tim mengamankan ULF di kantor Money Changer Indocev di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Barat.

Selanjutnya, 13 orang tersebut dibawa ke Gedung KPK, Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan intensif.

Setelah dilakulan gelar perkara, penyidik KPK menetapkan enam orang tersangka. Untuk, tiga orang tersangka yakni sebagai penerima suap, I Nyoman Dhamantra (INY) selaku Anggota DPR 2014 - 2019 dari fraksi PDI Perjuangan, Mirawati Basri (MBS) orang kepercayaan I Nyoman dan Elviyanto (ELV) pihak swasta. (su)

Admin Friday, August 9, 2019
Putra Mbah Moen, Taj Yasin Silaturahmi ke Kediaman Rizieq Shihab di Makkah
Redlinews.online - Putra KH Maimun Zubair atau Mbah Moen yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menemui Habib Rizieq Shihab selang beberapa hari setelah ayahandanya wafat di tanah suci Makkah, Arab Saudi.

Pertemuan antara Taj Yasin dengan Rizieq Shihab serta menantunya Habib Hanif Al Athos diketahui melalui cuitan akun Twitter @dpplif milik DPP Lembaga Informasi Front pada unggahannya Kamis (8/8/2019) malam.

Akun tersebut mengunggah empat foto yang menggambarkan pertemuan keluarga KH Maimun Zubair atau Mbah Moen dengan Habib Rizieq. Disebutkan pula bahwa pertemuan dilangsungkan di Makkah, Arab Saudi.

"Alhamdulillah, 10 menit yang lalu keluarga KH. Maimun Zubair silaturahmi ke kediaman Habib Rizieq Syihab di kota Mekkah Mukarromah," tulis akun @dpplif seperti dikutip Suara.com, Jumat (9/8/2019).

Dalam unggahannya akun DPP Lembaga Informasi Front kemudian meminta tak ada lagi perdebatan lantaran foto pertemuan Taj Yasin dan Habib Rizeiq tersebut telah menjawab segalanya.

"Foto menjawab segalanya dan tidak perlu untuk diperdebatkan," tulisnya.

Sebelumnya terjadi perdebatan ihwal siapa yang memimpin doa saat jenazah Mbah Moen dimakamkan. Hal itu terjadi setelah beredarnya video viral yang memperlihatkan Habib Rizieq tengah memimpin doa untuk almarhum Mbah Moen.

Kabar tentang Rizieq Shihab di pemakaman KH Maimun Zubair alias Mbah Moen menggegerkan dunia maya. Ketua Front Pembela Islam (FPI) itu disebut sebagai pemimpin doa saat Mbah Moen dimakamkan pada Selasa (6/8/2019).

Akun Twitter @mas_piyuuu membagikan kabar tersebut. Ia mengunggah video dan cuitan yang memperlihatkan Rizieq Shihab berdoa di tengah jamaah.

"Masya Allah, Habib Rizieq pimpin doa pemakaman KH Maimun Zubair di Mekkah. Bukan suatu kebetulan belaka Mbah Moen wafat di Makkah, di mana Habieb Rizieq berada. Sungguh indah skenario Allah," cuitnya pada Selasa (6/8/2019).

Kabar itu menuai kontroversi dari sejumlah pihak. Seperti halnya Abu Janda yang langsung menyebut bila itu palsu alias hoaks. (su)


Admin
Warganya Marah, Wali Kota Ini Diikat dan Terancam Digunduli
Redlinews.online - Bermaksud melakukan kunjungan kerja ke beberapa kota di kotamadya Siltepec, Chiapas, berubah menjadi tegang. Pasalnya, warga setempat melakukan aksi penyanderaan dengan mengikat wali kota di alun-alun.

Pedro Damián González Arriaga melakukan kunjungan kerja ke kota La Laguna, antara lain untuk menilai kebutuhan konstituennya. Namun, penduduk setempat meminta tunjangan kesejahteraan dan paving dua kilometer jalan kota.

Sayangnya, González menjelaskan bahwa investasi semacam itu akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam anggaran kota. Wali kota menawarkan untuk membuka satu kilometer jalan saja dan bekerja untuk mendapatkan sumber daya yang cukup untuk memenuhi tuntutan warga setempat.

González kembali ke kantornya tetapi diikuti oleh sekelompok penduduk yang tidak setuju dengan pernyataannya. Kemudian, kelompok itu menangkapnya dan setidaknya empat staf kota.

Kemudian mereka mengikat wali kota ke sebuah tiang di alun-alun utama Siltepec.

Dilansir dari Mexico Daily News, para pengunjuk rasa mengatakan kepada wartawan bahwa mereka muak dengan walikota yang dinilai telah gagal memenuhi komitmen yang dia buat saat kampanye. Salah satu janjinya adalah investasi dalam infrastruktur publik dan pengaspalan, di antara proyek pekerjaan umum lainnya.

Mereka juga menuduh González menggunakan uang publik untuk memperindah markas kota.

Kejadian ini bukan kali pertama. Sebelumnya, wali kota diperlakukan dengan cara yang sama sekitar tiga minggu lalu.

Bedanya, kali ini warga mengancam akan meningkatkan tindakan mereka dengan mencukur kepala sang wali kota "seolah-olah domba" dan mengaraknya di sekitar kota, jika ia gagal memenuhi permintaan mereka dan memenuhi janji yang dibuatnya. (su)

Admin