5 Tempat Berbelanja di Beberapa Negara yang Sarat Makna Sejarah

5 Tempat Berbelanja di Beberapa Negara yang Sarat Makna Sejarah

 
Redlinews.online -  Tidak semua orang suka berbelanja. Bagi beberapa orang, menghabiskan waktu di tengah pertokoan mungkin terasa menyebalkan. Apakah kamu juga demikian?

Namun bagaimana kalau sekadar menjelajah setiap sudut pasar yang tampak klasik sambil merasakan denyut hidup masyarakat lokal? Kalau seperti, kamu mungkin tertarik.

Dan mengutip Traveller, ini tempat berbelanja di beberapa negara yang mengesankan dan sarat makna sejarah.

Grand Bazaar, Istanbul

Grand Bazaar merupakan pusat perbelanjaan tertua di dunia. Grand Bazaar dibangun lebih dari 500 tahun yang lalu. Kamu dapat merasakan sejarah itu di setiap langkah saat menjelajahinya.

Beberapa toko tampak menjajakan hal-hal yang pada dasarnya sama. Namun untuk kamu yang tidak berminat membeli, datang ke sini dapat memanjakan mata kamu.

Grand Bazaar buka dari Senin sampai Sabtu. Meski kejahatan jarang terjadi, kamu tetap perlu waspada dan tidak perlu membawa uang tunai terlalu banyak.

Mercat De Sant Antoni, Barcelona

Meskipun sebagian besar pengunjung datang ke pasar tradisional Boqueria, Mercat de Sant Antoni dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih menampilkan kesan lokal.

Mercat de Sant Antoni merupakan bangunan bersejarah. Gedung yang dirancang dengan spektakuler ini sudah berusia sekitar 130 tahun. Mercat de Sant Antoni baru dibuka kembali setekah direnovasi.

Mercat de Sant Antoni merupakan tempat yang ideal untuk berbelanja, sekaligus mengagumi salah satu bangunan paling berkesan di Barcelona.

Pasar ini buka dari Senin hingga Sabtu. Sementara itu berlangsung pameran buku pada hari Minggu. Kamu harus waspada, karena tempat ini rawan pencopet.

Nishiki Market, Kyoto

Ada sejarah di balik Nishiki Market. Pasar yang terletak di Kyoto ini menjadi pusat perdagangan makanan selama lebih dari 400 tahun.

Pasar ini juga menjual beragam makanan, mulai dari makanan ringan, acar, hingga masakan laut. Kamu mungkin tidak akan bosan saat berkunjung ke sini.

Sebagian besar toko di Nishiki buka jam 9.30 pagi hingga 6 sore setiap hari. Hampir tidak ada tindak kejahatan di sini. Jadi kamu tidak perlu khawatir.

Galleria Vittorio Emanuele II, Milan

Bangunan Galleria Vittorio Emanuele II memiliki desain yang unik. Terutama ada kubah setinggi 17 meter di atasnya.

Galleria Vittorio Emanuele II dibangun pada 1860-an, dan tetap menjadi salah satu bangunan terpenting di Milan.

Galleria Vittorio Emanuele II menjajakan barang-barang bermerek, seperti Prada, Versace, dan Louis Vuitton. Jika tidak ingin berbelanja, jalan-jalan di Galleria Vittorio Emanuele II juga sudah menyenangkan.

Meskipun tempat itu buka setiap saat, sebagian besar toko hanya beroperasi Senin hingga Sabtu. Kejahatan di sini jarang terjadi, tetapi tetap waspada dan menjaga barang bawaan kamu.

Temple Street Night Market, Hong Kong

Saat matahari terbenam di Kowloon, kehidupan di Temple Street Night Market mulai menggeliat. Para pedagang mengeluarkan barang dagangan mereka, dan banyak orang menyerbu untuk berburu barang murah.

Temple Street Night Market adalah tempat belanja yang sibuk dan ramai. Untuk kamu yang suka jalan-jalan sambil mengamati kehidupan masyarakat lokal, destinasi ini cocok sekali.

Pasar buka mulai jam 6 sore sampai jam 11 malam. Cobalah untuk tidak membawa barang-barang berharga yang tidak perlu. (uzi)

0 Response to "5 Tempat Berbelanja di Beberapa Negara yang Sarat Makna Sejarah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel