Mengapa Mata Manusia Melotot Saat Di Cabut Ruhnya? Begini Penjelasannya!


Saat seseorang menghadapi sakaratul maut atau menghembuskan nafas yang terakhir, sering kita melihat mereka seolah-oleh merasakan sesuatu yang berat.

Mungkinkah mereka merasakan begitu sakitnya sakaratul maut yang mereka rasakan?

Tidak ada orang yang bisa mengetahui sakitnya sakaratul maut secara pasti kecuali orang yang telah mati.

Adapun yang belum mati hanya mengambil ibarat itu dari pengambarannya saja. Kalau tubuh kita disabet dengan pedang, sakit yang terasa hanya menyentuh, bagaimana jika dikelupas?

Rasa sakit pada saat nyawa dicabut sangat berat hingga menyebar ke seluruh tubuh, urat, tulang sumsum, dan seluruh persendian. Bahkan seluruh pangkal rambut hingga ujung kaki terasa sakit menahan perihnya sakaratul maut.

Jangan bertanya tentang keperihan dan kepedihan pada saat sakaratul maut hingga Para Ulama berkata sakitnya lebih sakit dari disabet dengan pedang, lebih pedih ketimbang digergaji, dan lebih pedih dibanding dicabik-cabik dengan alat pemotong.

Terkadang kita melihat seseorang yang telah selesai mengalami sakaratul maut, matanya tidak tertutup, atau dengan mata terbelalak ke atas.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah Saw mengabarkan bahwa bukankah kalian melihat seseorang saat mati menengadahkan pandangan?

Para Sahabat menjawab : "Betul"

Beliau meneruskan : "Itu saat pandangan mengikuti Ruhnya".

dari penjelasan Rasulullah dan para ulama tadi, kita dapat membayangkan betapa susahnya ruh di saat mau berpisah dari jasad. Kesusahan dizahirkan oleh Allah dihadapan para manusia yang masih hidup dengan diperlihatkan mata mayat yang terbuka.

Kesusahan ruh keluar dari jasad ini, tidak sekadar berlaku kepada orang-orang yang jahat saja, akan tetapi berlaku kepada semua manusia, termasuk manusia yang baik. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang husnul khatimah di saat akhir hayat. Aamiin.

No comments