Akhirnya Grace Natalie Dilaorkan ke Bareskrim

Redlinews.online, JAKARTA - Aktivis yang juga calon anggota legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana melaporkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie ke Bareskrim Polri, Jumat(16/11). Laporan Eggi didasari pernyataan Grace yang dianggap menebar permusuhan dan ujaran kebencian terhadap kelompok agama tertentu.

Eggi menyatakan, Grace sebaiknya segera mencabut pernyataannya tentang penolakannya atas perda syariah, sekaligus meminta maaf. “Karena ucapannya itu sudah masuk unsur ungkapan rasa permusuhan juga masuk kategori ujaran kebencian kepada agama,” kata Eggi di Bareskrim Polri.

Ketua umum Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) itu menegaskan, pernyataan Grace bertentangan dengan Alquran. Eggi menyebut ucapan Grace sudah memenuhi unsur Pasal 156 huruf A KUHP.

Laporan Eggi tentang Grace terdaftar dengan register nomor LP/B/1502/XI/2018/Bareskrkm 16 November 2018. “Kalau ada unsur pidana, secepatnya Grace ditangkap dan diproses hukum,” ujar Pitra Ramadoni Nasution selaku kuasa hukum pelapor.

Pitra menyatakan, pernyataan Grace telah menimbulkan keresahan. Bahkan, kata Pitra, pernyataan mantan presenter televisi swasta itu bisa bisa menimbulkan gejolak dan keonaran.

“Makanya, kami minta dengan sangat kepada Bareskrim menangkap Grace apabila terbukti bersalah,” tandas dia.(jpnn)
Share:

Jumlah Pasukan TNI dan Polri Ditambah, Dikirim ke Nduga

Redlinews.online, JAKARTA - Aparat TNI dan Polri berhasil mengevakuasi empat korban selamat upaya penyerangan yang dilakukan KKB (kelompok kriminal bersenjata) di Papua. Tim gabungan juga berhasil menyelamatkan 12 warga lainnya yang disinyalir menjadi korban penyanderaan oleh KKB.

Informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group) dari Penerangan Kodam (Pendam) XVII/Cenderawasih pada Selasa (4/12) malam menyebutkan, ada 12 korban selamat yang berhasil dievakuasi menggunakan helikopter M1 milik TNI AU.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi yang dikonfirmasi membenarkan adanya 12 orang korban selamat dan telah dievakuasi ke Wamena. Korban selamat itu mendarat di Mako Batalyon Raider 756 WMS. “Ada 12 orang korban selamat telah dievakuasi,” ujarnya.

Sebelumnya, aparat TNI dan Polri berhasil mengevakuasi 4 orang korban selamat. Mereka adalah Empat orang yang ditemukan selamat yaitu Marthinus Sampe, Jufrianto, Irawan dan Jhon. Saat diselamatkan tim evakuasi TNI/Polri, keempatnya dalam kondisi mengalami luka tembak.

Pantauan Cenderawasih Pos di lapangan para korban sudah dievakuasi ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya menggunakan helikopter. Helikopter yang membawa korban itu dari Distrik Mbua tersebut mendarat di Mako Batalyon Infanteri Raider 756/Wimane Sili sekira pukul 18.30 WIT. Korban selamat ini langsung dilarikan ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes A.M Kamal mengakui adanya empat warga yang ditemukan tim evakuasi di Distrik Mbua.

"Empat orang masyarakat yang luka-luka ini adalah korban penembakan yang berhasil meloloskan diri saat terjadi penyerangan oleh KKB,” ungkapnya kepada wartawan.

Dikatakannya, empat warga yang berhasil meloloskan diri ini memilih menyelamatkan diri ke Mbua. Sebab mereka tahu bahwa jalur Mbua merupakan perjalanan yang aman menuju Wamena.

Hingga Selasa malam (4/12), sebut Kamal, Tim evakuasi masih berada di Distrik Mbua. “Anggota saat ini masih ada di Mbua. Mereka ini telah diploting untuk masuk ke titik-titik pembantaian yang dilakukan oleh KKB,” tuturnya.

Disebutkannya, TKP penembakan terhadap para pekerja proyek ini tidak berada di satu lokasi tetapi di beberapa lokasi pembangunan jembatan. "Kelompok ini melakukan penyerangan di camp karyawan sehingga ada beberapa karyawan yang berhasil meloloskan diri,” tambahnya.

Rencananya Rabu pagi masih ada anggota TNI dan Polri yang akan dikirim untuk mempertebal kekuatan personel yang sudah diturunkan untuk melakukan evakuasi. (jpnn)
Share:

Ganti Presiden, Pesawat Kepresidenan Langsung Dijual

Redlinews.online, MEXICO CITY - Andres Manuel Lopez Obrador alias AMLO resmi menjadi presiden Meksiko sejak Sabtu (1/12). Sesuai janjinya di masa kampanye, dia langsung menjual pesawat kepresidenan.

Kemarin, Senin (3/12) Boeing 787 Dreamliner bernama Jose Maria Morelos y Pavon itu diterbangkan ke Bandara Victorville, California, AS.

Sampai berpindah tangan ke pemilik baru, pesawat kepresidenan Meksiko tersebut akan berada di bandara itu. Boeinglah yang bertugas merawat pesawat tersebut.

Sebelum meninggalkan Mexico City, pesawat itu dipamerkan ke media kemarin. Menteri Keuangan Carlos Urzua sengaja memanggil sejumlah wartawan Meksiko untuk keperluan publikasi.

"(Presiden AS, Red) Donald Trump tidak punya pesawat semewah ini," kelakar Obrador seperti dikutip The Washington Post beberapa waktu lalu.

Pemimpin 65 tahun itu mengatakan bahwa pesawat kepresidenan Meksiko tersebut terlalu mewah. Bahkan, kamar mandinya berlapis marmer.

Di mata Obrador, pesawat kepresidenan itu adalah pemborosan. Karena itulah, dia bersikeras menjual pesawat yang dipakai pendahulunya, Enrique Pena Nieto, sejak 2016 tersebut.

"Kami akan menjual pesawat-pesawat dan helikopter yang dipakai para politikus korup," tegasnya saat berpidato di Xalapa, Veracruz, pada Minggu (2/12). (jpnn)
Share:

Microsoft Latah Bikin Smartphone Layar Lipat



Redlinews.online, JAKARTA - Berbagi produsen smartphone tengah mengembangkan ponsel lipat untuk dikenalkan tahun depan. Salah satunya Microsoft siap memperkenalkan ponsel Proyek Andromeda.

Belum lama ini, sebuah buku berjudul ‘Beneath a Surface’ telah dirilis. Dalam buku tersebut, dikatakan Microsoft bakal memiliki sebuah tablet, yang bisa dilipat dan berfungsi seperti smartphone.
Melansir Phone Arena, Selasa (4/12), buku tersebut juga menjelaskan ponsel lipat Microsoft memiliki bentuk lebih besar namun desainnya dikatakan lebih sederhana.

Sistemnya sendiri, Microsoft kabarnya tidak akan menggunakan OS Windows Phone. Sebagai gantinya, Microsoft akan memberikan sistem operasi Windows dengan beberapa pemangkasan kecil untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Microsoft juga memiliki rencana jangka panjang mengeksekusi ponsel lipatnya itu lebih berbeda misalnya, bezel lebih tipis, opsi warna baru dan beberapa peningkatan lain. (jpnn)
Share:

8 dari 31 Korban KKB Sempat Lari ke Rumah Anggota DPRD



Redlinews.online, NDUGA- Delapan dari 31 orang pekerja proyek pembangunan jembatan di Nduga, Papua yang dilaporkan tewas dibunuh kelompok kriminan bersenjata ternyata sempat menyelamatkan diri ke rumah anggota DPRD.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal menjelaskan, pihaknya menerima laporan 31 pekerja PT Istaka Karya di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga tewas dibunuh.

Sebanyak 24 orang dibunuh, Sabtu (1/12) dan tujuh orang dibunuh pada Minggu (2/12). Sementara itu, satu orang pekerja dikabarkan melarikan diri dan hingga berita ini diracik belum ada kabar keberadaannya.

“Dari informasi masyarakat yang kami dapatkan di lapangan, delapan orang awalnya menyelamatkan diri ke rumah anggota DPRD. Namun, anggota KKB menjemput mereka, tujuh orang dibunuh dan satu orang melarikan diri," ucap Kamal seperti dilansir dari Cenderawasih Pos, Selasa (4/12).

Sampai saat ini personel gabungan TNI-Polri belum bisa tembus ke lokasi kejadian. Hal ini dikarenakan anggota KKB memalang jalan dengan cara menumbangkan pohon-pohon.

Kamal menuturkan, sebelumnya pada Sabtu (1/12) sekira pukul 20.30 WIT, Cahyo selaku Project Manager PT. Istika Karya paket pembangunan jembatan Habema- Mugi mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Jhoni koordinator lapangan PT. Istika Karya pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi.

Namun, dalam percakapan itu, Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

“Jhoni ini koordinator lapangan PT. Istika Karya pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi, yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak, Kali Umtlat, Kali Yigi dan Kali Nigidirik di Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Terakhir PPK Satker PJN IV PU Binamarga wilayah Habema-Kenyam, Monang Tobing melakukan komunikasi melalui SMS dengan Jhoni, Jumat (30/11) lalu,” ucap Kamal.

Dia mengatakan, informasi dari Pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena menyampaikan bahwa pada tanggal 30 November 2018 pukul 04.00 WIT tercatat satu mobil Mitsubishi Strada dengan sopir bernama MS dengan muatan BBM jenis solar milik PT. Istaka Karya menuju kamp Istaka Karya di Distrik Yigi dengan membawa lima orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.

Pada 1 Desember 2018 pukul 02.00 WIT lanjut Kamal, tercatat dua mobil menuju ke kamp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya. Sementara pada tanggal 2 Desember 2018 pukul 20.00 WIT, satu unit mobil Mitsubishi Strada kembali ke Wamena. Kemudian pada Senin 3 Desember 2018, satu mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga.

“Dari informasi yang kami dapatkan, satu mobil strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena,” jelas Kamal.

Mendapat informasi 15 pekerja proyek belum kembali, maka Senin (3/12) sekira pukul 15.30 WIT personel gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP. R.L. Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

“Namun saat tiba di Km 46 , tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Mbua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan diblokir oleh KKB,” terang Kamal. (JPNN)
Share:

Reuni 212 dan Khidmatnya Ibadah di Katedral



Redlinews.online, JAKARTA - Sejak Ahad (2/12) pagi, kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya sudah sesak oleh peserta aksi. Pada pagi hari, lalu lintas di keempat sisi Jalan Medan Merdeka sudah tersendat dipenuhi manusia. Sementara pada saat bersamaan, umat Kristiani juga harus melaksanakan ibadah pekanan mereka di Gereja Katedral Jakarta.

Dikelilingi Muslim sedemikian banyak, nyatanya kesakralan misa di katedral terbesar di Tanah Air tersebut tak terganggu. Sekretaris Seksi Pengamanan dan Tata Tertib Katedral, Albertus, mengatakan, ibadah misa berlangsung seperti biasa saat Reuni 212 berlangsung.

"Ibadah misa berlangsung seperti biasa, tidak ada hal khusus. Waktunya juga kita lakukan sesuai jadwal, yaitu pukul 06.00, 07.30, 09.00, 11.00, 17.00, dan 19.00 WIB," kata Albertus saat ditemui Republika di halaman Gereja Katedral Jakarta, kemarin.

Pantauan Republika,  jemaat terus berdatangan ke gereja yang letaknya berseberangan dengan Masjid Istiqlal tersebut. Tidak ada pengamanan khusus di sekitar Gereja Katedral Jakarta, meski sekitaran kawasan gereja juga dipadati massa Reuni 212.

Namun, Albertus mengatakan, jemaat yang hadir lebih sedikit dibandingkan biasanya. Menurut dia, hal itu lantaran sejumlah akses jalan menuju gereja tidak bisa dilalui karena digunakan untuk parkir sejumlah kendaraan. Ia mengatakan, jemaat tidak hanya dari warga Jakarta, melainkan dari sejumlah daerah di Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi, dan kota lainnya.

"Mereka hari ini kebanyakan pakai angkutan umum karena akses jalan ke gereja ditutup dan dialihkan. Kalau Ahad pukul 09.00 (WIB) sampai luar juga ada (jamaah), tetapi ini berkurang dari biasanya," kata dia.

Seorang jemaat asal Bogor, Vivin (22), mengatakan, harus berjalan kaki dari Stasiun Juanda ke Gereja Katedral. Perjalanan itu biasanya ia tempuh menggunakan ojek daring.

Meski begitu, ia menekankan, ibadah misa tetap berlangsung secara khidmat. "Ada Reuni 212 tidak masalah, kami masih bisa ibadah di sini, tadi ibadah juga seperti biasanya saja. Khidmat, tenang," kata Vivin.

Hal senada diungkapkan James (26), jemaat asal Tangerang. Ia mengatakan, meski Reuni 212, tapi pelaksanaan ibadah misa berjalan khidmat. Menurut dia, kegiatan di Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral kerap berbarengan, kendati demikian masing-masing ibadah masih tetap terlaksana dengan baik.
"Tidak ada masalah sama ibadahnya, tidak ada gangguan sama sekali kok. Kalau soal macet akses ke sini harusnya bisa diantisipasi," kata James.

Sebelumnya, pada Sabtu (1/12) malam, Sejumlah tokoh agama Kristiani sudah mengapresiasi Reuni 212. “Acara nuansa kebangsaan dan kedamaian memberikan jawaban bahwa kami (non-Muslim) tak perlu takut,” kata perwakilan Komunitas Kristen Katolik Indonesia, Pendeta Butje Sewu, di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan, berdasarkan penjelasan yang diterima dari panitia, Reuni 212 mengusung tema masalah persaudaraan dan kebangsaan. Tema tersebut praktis menghilangkan rasa takut dan tak nyaman menjadi kaum minoritas di Indonesia.

Dia menganggap, adanya tempat yang disediakan untuk non-Muslim dalam acara Reuni 212 menunjukkan masyarakat masih satu bangsa dan negara yang mencintai Tanah Air. “Kami sangat senang, doa kami terjawab supaya Indonesia tetap aman dan damai, tak ada anarkisme kekerasan,” kata dia.

Perwakilan dari Gereja Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP) Pendeta Etika Hia juga mengatakan tema yang diusung Reuni 212 tergolong universal. “Acara ini doa untuk bangsa, untuk kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujar dia.

Menurut dia, acara Reuni 212 bisa menjadi bukti bahwa Indonesia masih milik bersama dan terbingkai dalam NKRI. Otomatis, hal itu menghilangkan rasa waswas, takut sebagai kaum minoritas.
Sementara di seantero lokasi aksi, suasana tertib memang tampak. Dari pantauan Republika, tidak tampak banyak aparat berseragam yang melakukan penjagaan ekstra di luar Monas. Sesekali tampak polisi lalu lintas turut mengarahkan massa untuk mencari jalan keluar untuk pulang, maupun massa yang baru datang ke lokasi.

Jumlah polisi berseragam yang tampak signifikan hanya di sekitar panggung utama di Monumen Nasional. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis juga tampak turut memantau di pagi hari dari tenda pengamanan yang ditempatkan di dekat panggung utama, Monas.

Akhirnya, pada pukul 10.00 WIB massa mulai membubarkan diri. Bubarnya massa ditandai dengan berakhirnya orasi dari sejumlah tokoh yang hadir. Massa yang membubarkan diri pun sempat berpapasan dengan massa yang baru hadir.

Hal itu terjadi di Tugu Tani dan Jalan Kebon Sirih. Namun, dengan pengaturan sejumlah koordinator massa melalui pengeras suara dan bantuan sejumlah polisi lalu lintas, situasi tetap berjalan tertib dengan pembagian jalur bagi yang baru hadir.

Sementara, personel TNI yang berada di lokasi pun menyatakan, tidak mendapati gangguan dalam aksi tersebut. "Kami stand by saja, nanti kalau ada kebutuhan, kami siap," kata personel TNI yang berjaga di kawasan Balai Kota, Deni Ahmad.

“Seolah acara ini mareda ketakutan untuk agama Kristen dan yang lain. Karena berkumpul umat yang begitu banyak,” ujar Pendeta Butje. (rep)
Share:

Bawaslu DKI: No campaign violation in Habib Rizieq's speech


Redlinews.online, JAKARTA — Election Supervisory Board (Bawaslu) DKI Jakarta said chairman of the GNPF Ulama Board of Trustees, Habib Rizieq Shihab’s statement live streamed from Mecca, Saudi Arabia, during 212 Alumni Reunion event on last Sunday (Dec 2) did not violate the campaign rules. He also asserted the institution did not find any alleged violation on 212 Alumni Reunion event on last Sunday (Dec 2).

“Is Habib Rizieq is a campaign participant? No, he is not,” said Bawaslu DKI Jakarta member Puadi on Monday (Dec 3).

Puadi said Bawaslu DKI will examine Rizieq’s speech only if the agency receives any report. However, so far no one filed a report about alleged violations of campaign regulation committed by the grand imam of Islamic Defenders Front (FPI).

“We examines the speech if there are reports and if no reports is filed then we will not process it,” Puadi explained.

Therefore, Puadi invited the people to file a report about alleged violation on 212 Alumni Reunion. He asserted the suspected case cannot be processed if people only share opinion outside the legal mechanism.

“Show the evidences, then we will process it,” Puadi added.

According to Puadi, Bawaslu will have seven days since the case reported, to seek clarification of alleged campaign violation. However, as long as there is no report, no process will be carried out by Bawaslu.

Earlier, Bawaslu member Rahmat Bagja said his party has coordinated with police to explore the element of alleged violation in Habib Rizieq's speech that was broadcasted through teleconference. He also asked Bawaslu DKI Jakarta to investigate the element of alleged violation in the speech.

According to Bagja, the speech must be explained, so there will be no differences of opinion with the police. Bawaslu DKI Jakarta investigation would focus on two things, namely to assessed whether Habib Rizieq’s speech was planned or not and whether Habib Rizieq listed as one of presidential candidate success teams or not.

Bagja said if Habib Rizieq joined a campaign team, then he was not allowed to give a speech at the 212 Alumni Reunion Rally. He stressed the speech is not allowed in the public meeting at this time.
“That’s why we examine, who knows if he (Habib Rizieq) joins a campaign team,” Bagja added.
Bagja said Habib Rizieq’s speech was a Bawaslu finding. Meanwhile, Bawaslu DKI Jakarta got seven days to examine the finding.

“We examine the alleged violation, seven days counted from the finding is discovered,” Bagja said.
In his speech, Habib Rizieq brought back the memory of the reunion participants about the cause of 212 rally. According to him, the 212 rally in 2016 was a battle of ideology, creed and propaganda.
Habib Rizieq praised the rally participants as fighters of the Holy Qur'an that had been defamed by then-governor of DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama "Ahok".

Habib Rizieq also called on the reunion participants to contribute to the struggle for change. He appealed to the participants of the 212 reunion action to choose a leader recommended by the ulama in the Ijtima Ulema Forum.

"Choose the leader as recommended by the Ijtima Ulema result," said Habib Rizieq said.

Previously, ulemas in an Ijtima II meeting in Jakarta on last September 16 have expressed support for presidential contender Prabowo Subianto and his running mate, Sandiaga Uno for the next year's election. The Ulemas Ijtima II lent its support after Prabowo who is a former commandant of the Army's elite strike force Kapassus, signed an integrity pact made by the Ulemas. (rep)
Share:

Featured Post

KPK Ungkap Fakta Penggeledahan Rumah Bos Lippo Group James Riady

Redlinews.online, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menemukan barang bukti terkait kasus suap pengurusan perizinan proyek ...