Misteri Karyono, Pemuda yang Pergi ke Alam Ghaib, Kembali Lagi Setelah 12 Tahun

Redlinews.online - Karyono (31) yang sudah 12 tahun menghilang ditemukan dalam kondisi fisik sehat. Warga Gerumbul Karangalang, Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini pun dibawa pulang ke rumahnya pada Senin (25/3/2019) lalu. Meski kondisi fisiknya bersih, pemuda itu sempat seperti orang hilang ingatan.


1. Sosok Karyono


Dia menderita penyakit gatal akut kala itu. Penyakit gatal di kaki tersebut tidak kunjung sembuh dan susah diobati. Sebelum menghilang secara tiba-tiba pada usia 19 tahun, sifat itu makin menjadi. Karyono mengalami perubahan sikap, terlihat lebih sering melamun dan berdiam diri.

Sebelumnya dia beraktivitas normal, bermain bersama teman-temannya di sekitar rumah dan desa. Setelah terkena penyakit itu, Karyono menjadi merasa kecil hati. Dia malu bergaul atau bertemu rekan-rekannya.

Kondisi tersebut membuat Karyono menjadi pribadi yang tertutup. Dia lebih sering menghabiskan waktu di rumah saja. Kalau diajak keluar rumah, dia enggan. Hanya mau mengobrol dengan keluarga atau kerabat. Selain itu, itu dia sering melamun dan berdiam diri. Entah apa yang menjadi beban pikiran dia sehingga selalu terlihat murung.

Perubahan perilaku dan kebiasaan Karyono tersebut dirasakan oleh keluarga tiga bulan sebelum menghilang.

"Pikirannya kosong, kemungkinan sudah punya pemikiran untuk pergi. Dia pergi tanpa pamit setelah mandi dan keramas pukul 08.00 pagi," imbuh Romsiyati.

Karyono raib pada 19 November 2007.

2. Kronologi


Selama 12 tahun ini, sejak 2007, keluarga dan kerabat Karyono sudah berusaha keras mencari. Daerah sepanjang kaki Gunung Slamet dari Brebes hingga Pemalang sudah disambangi. Tetap saja hasilnya nihil. Selama itu pula, Karyono raib bak ditelan bumi.

Aris menyampaikan, sepupunya itu memang anak pendiam. Ketika pada suatu hari ia lenyap, keluarga pun menjadi kelabakan. Tidak ada yang bisa ditanyai karena Karyono memang penyendiri.

3. Awal ditemukan


Mereka menemukan Karyono di kawasan Telaga Ranjeng, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Telaga Ranjeng berada di pinggir hutan lereng Gunung Slamet sebelah barat. Menurut penuturan warga Pandansari, Karyono terlihat berada di kawasan telaga tersebut selama 3 bulan terakhir.

"Jadi warga sana melihatnya kurang lebih 3 bulan berada di sekitar telaga tersebut. Dia menetap dan tidur di sana," ujar Aris Saifurrohman kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/3/2019).

Aris adalah kakak sepupu Karyono yang berjumpa pertama dengannya di Telaga Ranjeng.

Kejelasan kemana saja selama 12 tahun Karyono tetap menjadi tanda tanya besar bagi keluarga dan tetangga. Satu yang mengherankan mereka, saat diketemukan di tepi Telaga Ranjeng kondisi tubuh Karyono justru terlihat terawat dan bersih.

"Kalau dia hidup di pinggir jalan seperti orang gila, pasti fisiknya tidak terawat. Tetapi bisa dilihat gigi-giginya saja bersih. Bahkan penyakit kulit dan gatal di kakinya yang dulu diderita sewaktu belum hilang sudah tidak ada," ungkap Aris.


4. Karyono kembali ke keluarga


Kedatangan anak sulung pasangan Romsiyati (50) dan Kardi (58) itu pun disambut dengan riang gembira. Sanak saudara, tetangga bahkan penduduk kampung lain berdatangan ingin memupus rasa penasaran. Mereka ingin melihat langsung bagaimana keadaan terakhir si anak hilang tersebut.

Karyono memang mengalami lupa ingatan sehingga susah diajak berkomunikasi. Namun, secara fisik dia segar bugar terawat dengan rambut gimbal memanjang.

5. Dibawa ke dunia lain


Banyak yang mempercayai hilangnya Karyono selama hampir 12 tahun tersebut karena ada yang membawanya ke dunia lain, tak terkecuali keluarga. Karyono diduga Berada di lokasi tersembunyi. Ada pula yang berpendapat Karyono tersesat di alam gaib. Keluarga memang percaya selama hampir 12 tahun ini Karyono memang berada di dunia lain.

6. Karyono tidak bisa diajak komunikasi


Ketika berjumpa Aris, Karyono sama sekali tidak bisa diajak berkomunikasi. Begitu pula ketika diajak pulang.

"Ketemu kami itu diam saja. Kami ajak pulang juga diam saja. Begitu pula selama di perjalanan," kenang Aris.

Setelah beberapa hari Karyono berada di rumah, barulah dia sudah mulai merespons pertanyaan. Namun, jawabannya pendek sekadar "ya" dan "tidak" saja.

7. kata orang pintar


Seluruh warga Dusun Karangalang bergotong-royong mencari Karyono. Pencarian juga melibatkan anggota Polsek dan Koramil. Mereka menduga Karyono hilang karena hanyut di sungai atau kasus lain.

Tak hanya itu, keluarga juga menghubungi beberapa tokoh spiritual. Di mana saja untuk melacak keberadaan Karyono. Menurut Aris, kakak sepupunya, sudah puluhan "orang pintar" disambangi. Tujuannya dimintai bantuan mencari keberadaan Karyono.

"Semua orang pintar yang kami datangi jawabannya sama, Karyono masih hidup. Di mana keberadaanya? Masih menjadi teka-teki," ungkap Aris.

Jadi selama hampir 12 tahun itu, keluarga Romsiyati tidak mengadakan tahlilan ataupun prosesi kematian. Mereka yakin betul Karyono masih hidup, akan kembali suatu saat nanti. Romsiyati memang sangat berduka karena anak sulungny dari dua bersaudara itu pribadi yang rajin. Karyono dikenal suka membantu orangtua.

"Dia itu anaknya penurut dan pendiam. Biasanya membantu ayahnya memperbaiki perangkat elektronik. Dia juga mampu menangani masalah kelistrikan seperti membetulkan bola lampu atau neon yang putus," kenang Romsiyati.

Beberapa tetangga Romsiyati merasa Karyono sudah meninggal. Namun, sang ibu yakin anaknya masih hidup di suatu tempat. (msn)

No comments