Viral Balita Disuruh Bawa Bagasi Sendiri, Ini Tanggapan Pihak Lion Air

Redlinews.online - Belum lama ini ada kejadian yang mendadak viral karena seorang penumpang penerbangan Lion Air dari bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung menuju Kuala Namu, Medan mempublikasikan ceritanya di media sosial Facebook. Dia mengklaim, anak balitanya disuruh bawa barang bagasi sendiri.

Postingannya viral, mendulang sekitar 40 ribuan share dan dikomentari lebih dari 60 ribu kali. Di sana, penumpang bernama Esa Sinaga Mesha itu menceritakan bahwa rombongannya terdiri dari 6 orang, yakni 4 dewasa dan 2 anak kecil. Bawaan kabin mereka ada 6 tas dan 2 kantong plastik berisi minuman dan roti.

Dari cerita yang dia paparkan, pihak Lion Air mempersalahkan 2 kantong plastik karena dibilang harus masuk bagasi. Akhirnya plastik tersebut dibuang. Tandanya, bawaannya mereka tinggal 6 tas yang masing-masing berbobot 7 kilogram sebagaimana aturan penerbangan. Tapi drama gak berhenti di situ.

Penumpang ini melanjutkan, petugas meminta anak balita membawa masing-masing barang mereka, bukan dibawakan oleh orangtua.

“Nah loh gmna ceritanya anak umur 3,5 tahun bawa barang seberat itu? Dan terakhir kami pun ditinggal pesawat. Dan solusi dari pihak Lion nya sendiri ga ada. Kita hrs beli tiket baru lg,” tulisnya di laman Facebook.

Pihak Lion Air pun menanggapi hal ini dengan mempublikasikan klarifikasi di laman Facebooknya.

“Terkait penanganan enam penumpang dan barang bawaan yang tidak dapat melanjutkan penerbangan JT-911. Saat proses check-in, penumpang melaporkan tiga bagasi tercatat total 30 kg dan empat bagasi kabin. Petugas layanan darat, memberi label kuning (baggage tag) untuk keempat barang tersebut,” tulis Lion Air, mengutip publikasi Facebook maskapai singa besi tersebut.

Kemudian, dijelaskan Lion Air, saat petugas menjalankan penanganan berdasarkan hasil pengamatan terhadap barang bawaan atau bagasi penumpang, ditemukan sembilan barang bawaan si penumpang itu.

“Berdasarkan kondisi ini, petugas sudah menyampaikan permohonan maaf karena barang bawaan berjumlah sembilan koli ke kabin melebihi batas yang sudah ditentukan,” tulis Lion Air.

Selain mengklarifikasi hal ini, Lion Air juga menyanggah telah meminta penumpang balita agar membawa barang bawaan sendiri.

“Setiap penumpang (kecuali bayi) diperbolehkan membawa satu bagasi kabin maksimum 7 kg dan satu barang pribadi hand carry. Kategori anak usia 2-12 tahun juga punya jatah dan diperbolehkan membawa bagasi kabin menurut ukuran standar. Dalam hal ini, barang bawaan yang menjadi hak anak bisa dibawa oleh pendamping. Petugas Lion Air tidak meminta atau menyuruh penumpang kategori anak membawa bagasi sendiri,” jelas Lion Air.

Tak cuma itu, Lion Air juga menambahkan, bahwa petugasnya telah menyarankan barang bawaan penumpang tersebut agar didaftarkan sebagai bagasi tercatat ke dalam kompartemen bagasi pesawat, namun si penumpang menolak.

“Situasi ini terjadi di ruang tunggu keberangkatan, berlangsung cukup lama dan ketika waktu penumpang terakhir memasuki pesawat. Dikarenakan waktu keberangkatan sudah sesuai, penumpang tidak segera masuk ke pesawat dan upaya Lion Air menjaga kinerja tepat waktu, maka pilot memutuskan pesawat tutup pintu dan siap lepas landas,” tutup Lion Air. (Uz)

No comments