Biadab! Otoritas Komunis Tiongkok Paksa Warga Muslim Xinjiang Makan Babi dan Alkohol

Biadab! Otoritas Komunis Tiongkok Paksa Warga Muslim Xinjiang Makan Babi dan Alkohol

Redlinews.online - Pergantian tahun baru Imlek dirayakan sebagian masyarakat di berbagai belahan dunia. Perayaan penuh suka cita menyambut datangnya tahun babi tanah.

Namun ada yang berbeda di Tiongkok, khususnya yang menimpa warga Uighur di Xinjiang di wilayah barat laut Tiongkok. Etnis minoritas Muslim Uighur yang tidak merayakan Tahun Baru Imlek.

Laporan Radio Free Asia menyebutkan bahwa pihak berwenang Komunis Tiongkok memaksa warga Muslim Uighur makan daging babi, minum alkohol, dan merayakan liburan Tahun Baru Imlek.

Padahal sebagai etnis muslim, mayoritas warga Uighur mempraktikkan ajaran agama Islam. Mereka secara tradisional tidak merayakan Tahun Baru Imlek. Mereka tidak mengkonsumsi babi dan alkohol, karena dilarang keras dalam ajaran Islam yang dianutnya.

Laporan Radio Free Asia pada 6 Februari 2019 menyebutkan, bahwa para pejabat lokal di prefektur Ili Kazakh di Xinjiang mengundang warga untuk makan malam Tahun Baru Imlek di mana daging babi disajikan. Mereka juga mengancam akan mengirim para undangan tersebut ke “pusat pendidikan ulang” jika mereka menolak.

Seorang penduduk lainnya mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa upaya untuk memaksa umat Islam makan daging babi telah dimulai sejak akhir 2018 silam.

Seorang wanita bernama Kesay yang menjadi bagian dari minoritas Kazakh, bercerita kalau para pejabat  setempat telah menempelkan bait-bait puisi Tahun Baru Imlek di pintu-pintu rumah warga Uighur dan Kazakh dan memberi mereka daging babi.

“Jika kami tidak memasang bait puisi atau menggantung lentera, mereka mengatakan kami bermuka dua, dan mereka mengirim kami ke kamp-kamp pendidikan ulang,” kata Kesay.

Upaya terbaru untuk memaksa Muslim Uighur untuk tidak menaati ajaran agama mereka tersebut adalah bagian dari kampanye rezim Tiongkok untuk menindas agama mereka. Rezim Tiongkok menggunakan alasan memerangi terorisme dan radikalisasi untuk menganiaya umat Muslim Uighur.

Dilxat Raxit, juru bicara World Uighur Congress, sebuah organisasi untuk orang-orang Uighur di pengasingan, mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa dirinya telah menerima laporan-laporan serupa mengenai masalah-masalah kehidupan Uighur.

“Menurut informasi kami, pemerintah Tiongkok meningkatkan kampanye untuk mengasimilasi atau membaurkan budaya orang-orang Uighur ke dalam budaya Han Tiongkok,” katanya.

Tiongkok Han adalah kelompok etnis mayoritas di Tiongkok.

Di tengah kritik internasional terhadap “pusat pendidikan ulang,” Shohrat Zakir, ketua Partai Komunis Tiongkok di wilayah Xinjiang, membuat pembenaran yang sama tentang keberadaannya.

“Kami sedang mengajarkan bahasa umum nasional, hukum, dan peraturan untuk menyadarkan mereka tentang negara dan dunia serta hak-hak hukum, kewajiban, dan tugas-tugas mereka,” kata Zakir kepada sekelompok kecil wartawan asing yang diberi perjalanan keliling di fasilitas-fasilitas di Xinjiang selatan pada awal Januari.

Zakir mengklaim bahwa pusat-pusat pendidikan ulang tersebut dibangun untuk mengubah dan mendidik orang-orang yang dianggap oleh Partai Komunis Tiongkok menimbulkan risiko “tiga kekuatan jahat,” yakni ekstremisme, separatisme, dan terorisme.

Otoritas Komunis Tiongkok, dalam beberapa tahun terakhir, telah meningkatkan penganiayaan terhadap kelompok minoritas Uighur. Mereka menangkap orang-orang Uighur dan menempatkannya di fasilitas-fasilitas penahanan.

Di tempat-tempat penahanan itu, warga Uighur menjalani indoktrinasi politik dan dipaksa untuk mengecam dan meninggalkan keyakinan mereka.

Perserikatan Bangsa Bangsa memperkirakan, ada sekitar 1 juta warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya yang ditahan di tempat yang disebut Komunis Tiongkok sebagai “pusat-pusat pendidikan ulang keterampilan.”

Para mantan tahanan menceritakan pelanggaran hak asasi manusia di dalam fasilitas tersebut, seperti penyiksaan, narkoba, dan pemerkosaan. (bl)

0 Response to "Biadab! Otoritas Komunis Tiongkok Paksa Warga Muslim Xinjiang Makan Babi dan Alkohol"

Post a Comment

Iklan Diatas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close